
Situasi di Semipro saat terjadinya ricuh. (Foto/epindonews.com)
epindonews.com,Probolinggo– Penutupan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 pada Sabtu malam (12/7/2026) sempat diwarnai insiden keributan yang melibatkan beberapa pemuda di kawasan lokasi acara. Kejadian tersebut sempat menarik perhatian pengunjung, namun berhasil dikendalikan dalam waktu singkat oleh aparat keamanan.
Keributan terjadi saat ribuan warga masih memadati area penutupan Semipro. Berkat kesigapan personel Satpol PP bersama aparat keamanan lainnya yang telah bersiaga di lokasi, situasi segera kembali kondusif sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung hingga selesai.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo, Fatchur Rozi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dan informasi yang diperoleh petugas di lapangan, insiden itu diduga dipicu persoalan hubungan asmara.
Seorang pemuda diduga tidak dapat mengendalikan emosinya setelah melihat mantan kekasihnya berada di lokasi bersama pasangan barunya. Pertemuan tersebut memicu adu mulut yang kemudian berujung pada perkelahian.
Mengetahui adanya keributan, petugas Satpol PP bersama unsur pengamanan lainnya langsung memisahkan pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah bentrokan semakin meluas dan menjaga keamanan pengunjung lainnya.
"Alhamdulillah situasi dapat segera kami kendalikan. Keributan berhasil dilerai sehingga kegiatan penutupan Semipro tetap berjalan aman dan lancar sampai selesai," kata Fatchur Rozi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga ketertiban ketika menghadiri kegiatan hiburan maupun acara publik. Pengunjung diminta mengedepankan sikap saling menghormati dan tidak mudah terpancing emosi agar keamanan dan kenyamanan bersama tetap terjaga.
Meski sempat terjadi keributan, penutupan Semipro 2026 akhirnya berlangsung dengan aman. Aparat memastikan situasi kembali normal setelah insiden tersebut berhasil ditangani secara cepat sehingga tidak mengganggu jalannya acara.
Reporter:sgs