epindonews.com, Probolinggo– Kondisi lapangan utama Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, menjadi perhatian masyarakat setelah berakhirnya gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026. Rumput yang sebelumnya tampak hijau kini terlihat mengering dan berubah warna menjadi kecokelatan di sejumlah titik.
Pantauan di kawasan stadion usai seluruh rangkaian Semipro selesai menunjukkan adanya perubahan pada permukaan lapangan. Beberapa bagian rumput tampak mengalami penurunan kualitas setelah area tersebut digunakan sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan selama sepekan.
Semipro 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo dengan menghadirkan beragam kegiatan, seperti pameran UMKM, hiburan rakyat, hingga konser musik. Ribuan pengunjung memadati kawasan Stadion Bayuangga selama acara berlangsung, sementara puluhan stan dan fasilitas pendukung berdiri di atas area stadion.
Kondisi tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warga. Mereka menilai penggunaan stadion untuk kegiatan nonolahraga perlu disertai langkah antisipasi agar tidak berdampak pada kualitas lapangan yang menjadi fasilitas olahraga masyarakat.
"Stadion seharusnya tetap menjadi prioritas untuk aktivitas olahraga. Kalau memang digunakan untuk acara besar, harus ada upaya menjaga agar rumput dan fasilitasnya tidak rusak," kata Wawan, salah seorang warga yang ditemui di sekitar Stadion Bayuangga.Senin (12/7/26).
Warga juga berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pemilihan lokasi penyelenggaraan Semipro pada tahun-tahun berikutnya. Menurut mereka, lokasi kegiatan perlu mempertimbangkan fungsi utama fasilitas publik sehingga aset olahraga tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Probolinggo maupun instansi terkait mengenai penyebab kondisi rumput yang mengering, hasil evaluasi pasca-Semipro 2026, maupun rencana perawatan dan pemulihan lapangan Stadion Bayuangga.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar kondisi lapangan kembali normal sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dalam menentukan lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar di masa mendatang.
Reporter : Dmr&Sgs
